Deteksi Gejala Kanker Kolorektal

DR dr Aru Wisaksono Sudono SpPD KHOM, Dokter yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ini menjabarkan, apa saja pemeriksaan untuk mendeteksi kanker kolorektal, adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan tes darah samar pada feses (Fecal Occult Blood Test/FOBT)
Pemeriksaan sederhana ini merupakan tes penapisan awal kanker kolorektal, dilakukan dengan mengambil contoh feses yang diletakkan pada kartu khusus yang akan berubah warnanya jika feses tersebut mengandung darah.

2. Sigmoidoskopi fleksibel
Pipa atau selang kecil dan tipis berkamera dimasukkan ke rektum sehingga dokter bisa melihat melalui layar monitor ke dalam rektum dan ke bagian pertama dari usus besar di mana separuh dari polip biasa ditemukan. Pemeriksaan ini dilakukan setiap lima tahun.

3. Kolonoskopi
Merupakan tes yang paling akurat. Pipa atau selang elastis yang panjang dan kecil dimasukkan kedalam rektum sehingga dokter bisa melihat keseluruhan usus besar, mengambil polip dan mengambil contoh jaringan untuk dilakukan biopsi. Pengambilan polip akan mencegah kanker berkembang. Biasanya dokter akan memberikan anestesi ringan sebelumnya. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala, yaitu setiap 10 tahun.

“Sedangkan untuk pemeriksaan lainnya, bisa melalui colok dubur. Biasanya, dokter sudah tahu bila pasien mengalami masalah, dengan memasukkan jari ke dubur pasien,” jelas dr Aru.

Selain cara-cara di atas, dr Aru juga menyarankan pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa kanker kolorektal. Yaitu melalui Double Contrast Barium enema. Di mana selang kecil dimasukkan ke rektum sehingga cairan barium (berwarna putih seperti kapur) bisa masuk ke usus besar.

Sinar-X khusus selanjutnya akan dipancarkan pada tumor yang tampak sebagai bayangan gelap. Barium mempermudah untuk melihat tumor. Sebelum tes dilakukan, Anda akan diminta berpuasa untuk beberapa jam.

Selain itu, ultrasonografi, tes menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar di bagian dalam tubuh. Pola yang tidak normal dari gambar dapat mengindikasikan adanya tumor dan Virtual Colonoscopy/CT Colonography, yaitu tes yang membuat rekonstruksi tiga dimensi dari usus besar untuk mendeteksi adanya kelainan.

Gambar diambil dalam beberapa detik setelah usus besar dikembangkan dengan karbondioksida yang dimasukkan melalui selang kecil. Sementara kolonoskopi virtual adalah teknik baru yang masih belum jelas akurasinya.

Sumber:http://dunia.web.id/dunia-keluarga/Deteksi_Gejala_Kanker_Kolorektal-o4103.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s