seorang Dulmatin

VIVAnews – Sebelum tewas ditembak Densus 88, Dulmatin  sempat mencari-cari kontrakan di kawasan Pamulang, Tangerang. Dia mengincar kontrakan yang bayarannya bulanan.

Dulmatin sempat bertanya-tanya soal kontrakan dengan Junaedin (38), sopir Koperasi Taxi Indonesia yang biasa mangkal di sekitar Ruko Multiplus, Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang.

Sopir asal Bima, NTB ini mengungkapkan, orang yang bertanya kepadanya persis dengan foto teroris yang ditembak mati di Ruko Multiplus. Sebab Junaedin yang setiap malam mangkal di pangkalan depan ruko melihat Dulmatin setiap malam selama 4-5 hari terakhir datang terus ke warnet itu.

Dia biasanya datang berdua atau bertiga. Baru sekali saja Dulmatin datang ke warnet itu siang hari dan sendirian. Saat itulah dia disergap Densus 88.

“Malam Sabtu (6 Maret) dia pernah tanya kontrakan ke saya, jam 10 malam. Ada kontrakan nggak di daerah sini, yang bulanan yang petakan saja,” tutur Junaedin mengulang percakapannya dengan Dulmatin.

“Saya jawab, ada banyak. Cari saja,” katanya. Namun Dulmatin yang seingat Junaedin memang berjanggut minta diantar olehnya. “Karena malam saya nggak berani. Muka orang ini persis sama dengan yang ke warnet. Bahasanya melayu,” kata dia.

Junaedin juga menuturkan, sebelum disergap Densus, Dulmatin sudah diintai. Menurut dia, dua hari sebelum penyergapan, warung kopi di dekat pangkalan yang berjarak 30 meter dari ruko diparkir mobil box berwarna silver dan hitam. Sang sopir yang bercelana pendek sempat duduk lama sambil minum kopi.

Sewaktu penggerebekan, yang pertama kali datang adalah mobil Toyota Kijang yang berisi beberapa anggota Densus. Semula Junaedin mengira mereka ingin makan di restoran yang ada di sebelah Ruko Multiplus. Orang-orang yang turun dari mobil ini menggunakan rompi dan membawa senjata laras panjang dan pistol kecil.

Setelah penembakan, tiga orang Densus keluar dari rumah itu. Tidak lama kemudian datang mobil box yang dua hari sebelumnya terparkir di warung kopi. Saat pintu box dibuka, keluarlah 10 personel densus.

“Mobil itu sama persis dengan yang parkir di warung, boxnya warna silver, bodinya hitam,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s